Senin, 02 Januari 2017

Contoh Autobiografi Tugas Kuliah

Contoh Autobiografi Tugas Kuliah

Menurut (KBBI) autobiografi adalah riwayat hidup hidup pribadi yang ditulis sendiri. Dalam hal ini, autobiografi merupakan catatan dirinya sendiri. Artinya autobiografi adalah sebuah biografi yang didalamnya menceritakan riwayat hidup atau pengalaman pribadi yang ditulis oleh dirinya sendiri. Berikut adalah contoh tulisan autobiografi :

AUTOBIOGRAFI ANDI ALFIAN
Gambar Andi Alfian
Andi Alfian
 “ Meskipun tanpa Bakat jika kita punya Minat, Yakinlah kita pasti Bisa”

BismillahirRahmanirRahim...
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Biodata singkat tentang Andi Alfian :
NIK                                  : 7406200508980002
NIM                                 : 30200116069
Nama Lengkap                 : ANDI ALFIAN
Tanggal Lahir                   : 05 Agustus 1999
Tempat Lahir                   : Tontonunu
Jenis Kelamin                   : Laki – Laki
Agama                              : Islam
Anak Kandung Ke-          : 7 (Tujuh)
Jumlah Saudara                : 10 (Sepuluh)
Nama Ayah                       : H. Andi Madeaming, Petta Nessa
Nama Ibu                          : Andi Kasmi, Petta Bulang
Alamat Orant Tua             : Desa Tontonunu, Kec. Tontonunu, Kab. Bombana
Pekerjaan Orang Tua        : Petani
Alamat Sekarang               : Jl. Toddopuli 22, Makassar
Hobi                                 : Membaca Buku dan Artikel, Menulis dan bercerita di blog, dan Berolahraga
Riwayat Pendidikan            :
  1. SD Negeri 85 Tontonunu
  2. SMP Swasta Tontonunu
  3. SMK Negeri 03 Bombana
  4. UIN Alauddin Makassar (Sekarang)

Saya lahir dari keluarga yang sederhana di salah satu desa di kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara. Saya lahir pada tanggal 05 Agustus 1999 tepat pada hari Ju’mat sebagai anak ke-7 dari 10 bersaudara yang terdiri dari 5 laki – laki dan 5 perempuan. Saya bersyukur bisa terlahir dalam keluarga yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan sehingga meskipun kedua orang tua kami tingkat pendidikannya tidak tamat SD namun kami dari 10 anaknya semuanya sekolah. Karena satu hal yang tidak ingin orang tua kami lihat adalah melihat anaknya tidak memiliki pengetahuan yang didapatkan dalam bangku sekolah, karena pada dasarnya orang tua kami pernah merasakan ingin bersekolah namun apa daya fasilitas dan infrastruktur pendidikan belum memadai saat zaman orang tua kami. Jadi melalui pengalaman itu kedua orang tua kami menekankan kami untuk selalu belajar dan menuntut ilmu sebaik-baik mungkin.

Adapun pekerjaan orang tua saya sebagai petani (berkebun), yang setiap hari bekerja tanpa hari libur. Aktivitas orang tua saya khususnya ayah saya di dalam melaksanakan pekerjaannya setiap hari. Biasanya berangkat jam 07.00 dan pulang jam 11.30 untuk istirahat, sholat, dan makan siang. Kemudian pada jam 15.30 setelah sholat ashar ayah saya pergi lagi bekerja di kebun dan kembali pada jam 17.20 dikala hari menjelang petang. Sedangkan ibu saya bekerja sebagai ibu rumah tangga (IRT). Selain sebagai ibu rumah tangga, ibu saya juga bekerja sebagai penjual dikantin sekolah  setiap hari senin-sabtu. Pada hari minggu bekerja sebagai penjual di toko miliknya disalah satu pasar di kampung tetangga. Setiap hari setelah selesai mengurusi suami dan anak – anaknya, ibu saya berangkat ke sekolah sebagai penjual di kantin sekolah. Dan alhamdulillah rezeki yang didapatkan dari hasil pekerjaan dan aktivitas kedua orang tua saya mampu menghidupi 10 orang anaknya.

Hal ini saya ceritakan secara detail sebab hal inilah yang menjadi motivasi terbesar yang pernah mengubah hidup saya, yang pernah saya dapatkan dalam perjalanan hidup ini untuk terus bersungguh – sungguh menuntut ilmu, dan membahagiakan kedua orang tua saya yang selama ini memelihara dan merawat saya hingga saya dan saudaraku bisa merasakan apa yang dirasakan anak – anak lainnya meskipun tidak semewah yang lain tapi itu sangat berarti dan penuh kesyukuran kepada Allah SWT.

Adapun kisah perjalanan dalam menempuh pendidikan saya sebagai berikut:
1.    Pendidikan Sekolah Dasar :

Saya mulai belajar di bangku Sekolah Dasar di SD Negeri 1 Paria, sekarang berubah nama menjadi SD Negeri 85 Tontonunu letaknya di Kecamatan Tontonunu Kabupaten Bombana, dan saya masuk di kelas 1 SD pada tahun 2004 dengan usia 5 tahun dan tamat pada usia 11 tahun tepatnya pada tahun 2010. Pada masa sekolah dasar, grafik prestasi saya terus meningkat dimulai sejak kelas 3 saya peringkat 4, naik kelas 4 saya peringkat 3, di kelas 5 saya peringkat 2 dan pada saat dikelas 6 saya peringkat 1. Dan alhamdulillah dimana saya bisa membuat orang tua saya bangga saat penamatan di sekolah dasar ketika saya diumumkan sebagai lulusan dengan nilai terbaik di SDN 85 Tontonunu.

2.    Pendidikan Sekolah Menegah Pertama

Dengan nilai memuaskan saya melanjutkan sekolah di SMPS Tontonunu padahal keinginan kedua orang saya menginginkan saya lanjutkan pendidikan hafidz (penghafal quran) di pondok pesantren. Namun karena saya merasa belum bisa berpisah dengan orang tua saya jadi saya melanjutkan di daerah kelahiran saya, dimana sekolah yang saya masuki itu adalah sekolah yang pada dasarnya masih baru dengan usia 4 tahun sejak dididirikannya. Saya masuk SMP pada tahun 2010 dengan jumlah siswa pada saat itu hanya 11 orang yang satu ruangan dengan saya. Dalam kelas saya hanya 11 orang jadi tidak heran jika selama 3 tahun saya selalu peringkat 1, dan juga sekaligus sebagai juara 1 umum di sekolah saya yang siswanya kurang lebih 250 orang. Meskipun sarana dan prasarana pembelajaran kurang memadai layaknya sekolah – sekolah yang lain. namun, kami tidak pernah mengurungkan niat untuk terus bermimpi, belajar, dan berkarya karena pada dasarnya kami semua terlahir dalam keadaan sangat sederhana sehingga kami memiliki jiwa juang yang tinggi untuk belajar, sehingga membawa sekolah kami prestasinya bisa bersaing dengan sekolah – sekolah lain.  Selama sekolah di SMP saya memasuki 3 organisasi yaitu 
  • Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya
  • Pramuka -    Organisasi Siswa SASTRA (Penulisan Puisi)

Melalui organisasi ini saya banyak mendapatkan pengalaman, karena melalui organisasi ini saya sering mewakili sekolah saya pada kegiataan organisasi diluar sekolah.
Saya tamat belajar di SMP pada tahun 2013 dengan nilai yang juga memuaskan. Akhirnya saya ingin melanjutkan pendidikan dengan berpisah dengan orang tua dengan tujuan belajar mandiri yakni di pondok pesantren. Namun bersamaan dengan tahun penamatan saya di SMP, Salah satu keluarga saya yang selalu merawat nenek saya meninggal dunia dan akhirnya saya pun tidak jadi melanjutkan pendidikan di pesantren. Karena menggantikan dia menjaga dan merawat nenek.
3.    Pendidikan Sekolah Menengah Atas

Saya melanjutkan pendidikan saya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bombana. Salah satu sekolah unggulan terbaik di Kabupaten saya yakni SMKN 2 Bombana, dan sekarang berubah nama menjadi SMKN 03 Bombana. Letak sekolah SMK saya di Kelurahan Kasabolo Kecamatan Poleang Kabupaten Bombana, jaraknya dekat dari rumah nenek saya, dan sayapun sekolah disana sambil merawat nenek saya yang sudah tua. Saya masuk SMK pada tahun 2013, dengan perasaan asing karena tak ada kenalan maklum dari sekolah yang jauh dari sekolah SMK yang saya masuki.

Akhirnya sayapun bertekad untuk tetap belajar dengan sungguh – sungguh meskipun tanpa ada orang yang saya kenal karena saya berpendapat dimanapun kita berpijak disanalah cinta itu ada. Ketika saya ingin memilih jurusan disanalah saya sulit menentukan di jurusan mana yang akan saya pilih sebagai wadah mengeluarkan bakat saya. Sebelumnya saya memilih Jurusan Kesehatan yang sebenarnya punya bakat di bidang itu yang banyak saya peroleh dari organisasi Palang Merah Remaja (PMR) yang saya dalami sebelumnya.
Setelah saya konsultasikan ke paman, yang saya anggap orang yang berpendidikan tinggi sebab sebenarnya ingin seperti beliau yang mampu menyelesaikan pendidikannya sampai S3 akhirnya paman saya memberi saran jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Akhirnya sayapun registrasi siswa baru di Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Alhamdulillah betul yang dikatakan motivator kita “Meskipun Tanpa Bakat Jika Kita Punya Minat, Apapun Bisa.!!”.

Saat itu saya memang merasa lelah dan berat dalam mencari ilmu, namun saat itu pula saya sadar, betapa nikmatnya hidup yang diberikan Tuhan saya, yaitu Allah swt., kepada saya. Sebab saya tahu diluar sana masih banyak anak-anak yang bahkan merasakan bangku sekolah dasarpun tidak, apalagi melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi seperti saya. Sambil menjalani rutinitas setiap hari sebagai siswa, saya juga membuka usaha di bidang percetakan guna membantu biaya sekolah saya, juga sebagai media pembelajaran di bidang jurusan saya. Saya bisa sekolah sambil bekerja di usaha di bidang fotocopy dan percetakan yang di modali oleh salah satu guru saya yang paham akan potensi diri saya. Guru saya yang punya usaha percetakan yang besar yang jauh dari sekolah memberikan saya modal untuk membuka cabang percetakan di dekat sekolah. Sayapun sangat senang bisa mengenal dunia bisnis, dan karena banyak belajar dunia komputer akhirnya sayapun bisa mengendalikan usaha yang berbasis komputer ini.
Ada yang bilang masa – masa indah adalah masa putih abu-abu dan menurut saya hal itu benar sebab saya yang baru meninggalkan masa putih abu-abu sudah begitu rindu dengan masa – masa itu. Ingin rasanya mengulang prestasi – prestasi yang pernah dicapai. Prestasi itu tidak berkat usaha keras dalam belajar. 

Adapun Prestasi yang pernah saya raih diantaranya :
1.    Ketua OSIS SMKN 03 Bombana
2.    Juara 1 Umum selama 4 Semester
3.    Juara 1 Cerdas Cermat Se-Provinsi Sul-Tra
4.    Juara 1 Penulisan Puisi Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara
5.    Juara 1 Duta PMR Putra Sulawesi tenggara
6.    Juara 3 Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Ting. SMK Se-Sultra
7.    Penghargaan Siswa Teladan.
Adapun Organisasi yang saya ikuti saat sekolah di SMKN 03 Bombana :
1)    Organisasi Siswa Intra Sekolah [OSIS] => (2013 – 2015)
2)    Palang Merah Indonesia [PMR] => (2013 – 2016)
3)    Gerakan Sastra Siswa SMK [GS3] => (2014 – 2016)
4)    Kelompok Kajian Ilmu Islam [KEKALIS] => (2013 – 2015)
4.    Pendidikan Perguruan Tinggi

Melanjutkan pendidikan perguruan tinggi adalah impian saya sejak SMP. Ada beberapa jurusan di universitas yang menjadi target dan impian pada saat itu diantaranya :
a.    Jurusan Perpajakan, di Politeknik Keuangan Negara STAN.
b.    Jurusan Teknik Informatika dan Elektronika, di Institut Teknologi Bandung.
c.    Jurusan Pengembangan Wilayah dan Kota, di Universitas Hasanuddin.
d.    Jurusan Teknik Listrik KKS PLN, di Politeknik Negeri Ujung Pandang.
Banyak dari guru maupun teman-teman saya sudah optimis saya bisa lulus di salah satunya karena melihat prestasi yang pernah saya raih. Sehingga suatu hal yang mengejutkan ketika saya memberitakan kepada mereka semua bahwa saya tidak lulus di antara ke-4 pilihan itu. Dan di sisi lain Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) yang sebelumnya saya tidak tahu jika ternyata juga termasuk salah satu Universitas negeri di Makassar. Kemudian setelah tahu hal itu dari guru saya akhirnya saya berniat mendaftar dan jalur pendaftaran yang terbuka saat itu adalah jalur UMK, Alhamdulillah lulus di Jurusan Filsafat Agama meskipun sangat terpaksa mengambil jurusan itu saat hendak memilih jurusan saat mendaftar karena latar belakang pendidikan saya adalah SMK bukan Pesantren atau Madrasah Aliyah. Namun meskipun saya berasal dari keluarga sederhana, berasal dari kampung, berasal dari Jurusan berbeda, namun saya yakin saya pasti BISA.

Di akhir tulisan saya ini, saya berharap semoga pak Drs. Wahyuddin Halim, M.A., Ph.D mampu memberikan pemahaman dan motivasi tentang bagaimana cara menggapai impian masa depan sebagai seseorang yang sukses tentunya bermanfaat bagi banyak orang. Sehingga dengan adanya pemahaman dan motivasi dari bapak saya bisa menyusun langkah dan strategi yang tepat di dunia baru saya, yakni di dunia Filsafat Agama. Sebab pada dasarnya bakatku ada di dunia Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Namun yang saya yakin “Tanpa Bakat jika kita punya Minat, Kita pasti Bisa”.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


EmoticonEmoticon